Jakarta – Musik selalu menemukan jalannya untuk menyatukan orang. Dalam Santai Sore Vol. 39, yang digelar di Babah Ramu Dine & Bar, Episode Hotel Gading Serpong, musik hadir sebagai jembatan antara musisi dan komunitas.
Kolaborasi dengan AMI Awards menjadikan edisi ini lebih dari sekadar pertunjukan; ia adalah bagian dari perjalanan panjang apresiasi terhadap karya lokal.
Santai Sore telah berjalan enam tahun dengan lebih dari 38 volume. Setiap edisi adalah ruang bagi musisi untuk tampil, didengar, dan dihargai. Vol. 39 menghadirkan enam nama dengan cerita berbeda: Christo Edgar, Maisha Kanna, Tsouttt, Maysha Jhuan, MIRZATAMI, dan Something More+.
Setiap musisi membawa warna unik. Dari nostalgia Pop/R&B hingga city pop Jepang, dari etnik-folk-elektronik hingga lagu perdana tentang penyesalan dan harapan. Keberagaman ini mencerminkan wajah musik Indonesia yang kaya dan terus berkembang.
Renggana Prabawa, Project Director Santai Sore, menyampaikan, “Vol. 39 ini jadi momen yang spesial buat kita, bukan cuma karena kolaborasi sama AMI Awards, tapi karena kita lagi berjalan ke tempat yang baru. Enam tahun jalan bareng musisi-musisi lokal, dan semangatnya masih sama: kasih wadah buat mereka tampil dan didengar. Line-up kali ini kita pilih karena masing-masing punya cerita yang authentic, dan itu yang selalu kita cari di Santai Sore,” katanya.
Santai Sore Vol. 39 adalah refleksi tentang bagaimana musik bisa menjadi medium pertemuan. Tentang bagaimana sebuah acara sederhana bisa menjadi ruang tumbuh bersama. Tentang bagaimana apresiasi bisa melahirkan ekosistem musik yang lebih kuat.
Dengan kolaborasi bersama AMI Awards, Santai Sore Vol. 39 menegaskan bahwa musik lokal layak mendapat panggung yang lebih luas. Bahwa setiap cerita, setiap lagu, setiap nada, adalah bagian dari perjalanan panjang musik Indonesia. []









