Beranda / Mau Hiburan / Buka Babak Baru Perjalanan Musik, HAIRUL Rilis Single Dibuat Kamu

Buka Babak Baru Perjalanan Musik, HAIRUL Rilis Single Dibuat Kamu

Penyanyi solo, Hairul. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Pernahkah Anda merenungkan ke mana arah perginya para pekerja seni di balik layar setelah tirai panggung ditutup dan penonton membubarkan diri? Di industri hiburan Indonesia yang gemerlap, sorotan kamera hampir selalu berpihak kepada vokalis utama atau musisi yang berdiri di garda terdepan.

Namun, di balik megahnya pertunjukan musik, terdapat sebuah ekosistem sunyi yang digerakkan oleh para kru teknis—orang-orang yang mendedikasikan hidupnya agar instrumen berbunyi selaras dan panggung berjalan tanpa cela.

Hairul adalah salah satu pelaku sejarah di balik ekosistem tersebut. Selama bertahun-tahun, namanya lebih lekat dengan identitas sebagai teknisi band ketimbang seorang bintang panggung.

Ia adalah figur yang berada di garis depan persiapan teknis untuk sejumlah grup papan atas negeri ini, mulai dari EG Band, Padi, hingga Drive. Hingga hari ini pun, ia masih mendedikasikan sebagian waktunya untuk mengawal kesiapan vokal Rian, pentolan grup band D’Masiv.

Namun, di balik hiruk-pikuk jadwal tur luar kota dan gemuruh peralatan audio, denyut nadi kreativitas Hairul tidak pernah berhenti berdetak. Bagi dirinya, musik tidak pernah sekadar berhenti pada urusan teknis menyetel senar gitar atau meredam dengung amplifier.

Musik adalah medium pernapasan, sebuah tempat pelarian di mana ia dapat menuangkan gagasan, merangkai sajak, dan menyanyikan cerita hidupnya sendiri.

Langkah awalnya di industri rekaman komersial sebenarnya telah dimulai ketika ia bergabung dalam proyek duo Bend Of The Rivers. Bersama proyek tersebut, ia sempat menelurkan tiga karya single yang mencuri perhatian penikmat musik alternatif, yaitu “Jangan Cemburu”, “Tragis”, dan “Hidup dan Cinta”.

Kendati demikian, hasrat untuk mengeksplorasi kapasitas diri secara mandiri membawanya pada keputusan besar: melangkah ke depan sebagai seorang penyanyi solo.

Babak baru tersebut kini resmi dibuka lewat perilisan single terbarunya yang diberi tajuk “Dibuat Kamu”. Yang membuat peluncuran lagu ini menarik perhatian para pengamat musik bukan sekadar peralihan statusnya dari kru menjadi solois, melainkan latar belakang historis dari materi lagu itu sendiri.

Lagu “Dibuat Kamu” bukanlah karya yang digarap secara instan di studio rekaman modern demi mengikuti tren pasar saat ini. Lagu bergenre pop tersebut merupakan sebuah “artefak” masa lalu yang telah ditulis oleh Hairul sejak belasan tahun silam, tepatnya pada tahun 2008.

Dalam sebuah kesempatan, Hairul menceritakan kembali latar belakang penciptaan lagu yang sempat tersimpan lama tersebut. Ia menuturkan bahwa esensi dari karya ini berpijak pada memori universal tentang kerinduan mendalam terhadap seseorang yang kehadirannya terus membekas di dalam angan-angan.

“Lagu ini bukan cerita yang baru ditulis kemarin dan menceritakan tentang seorang yang merasakan rindu pada seseorang yang bayangannya melekat terus. Ya menggambarkan orang jatuh cinta lah,” ujar Hairul menjelaskan inti naratif dari lagunya.

Secara sosiologis dan psikologis, “Dibuat Kamu” membedah salah satu realitas percintaan yang paling sering dihindari namun paling banyak dialami: cinta bertepuk sebelah tangan. Lagu ini memotret fase ketika seseorang jatuh hati begitu rupa, namun harus berhadapan dengan tembok kenyataan bahwa perasaan tersebut tidak bersambut.

Alih-alih menghadirkan ratapan kesedihan yang cengeng, karya ini justru berfungsi sebagai sarana refleksi atau flashback ke masa-masa remaja—masa ketika ekspresi cinta sering kali dibatasi oleh rasa gengsi, keraguan, kode-kode samar yang membingungkan, serta ekspektasi yang berujung pada patah hati.

Melalui lagu ini, Hairul mencoba menyampaikan pesan universal tentang kedewasaan emosional. Bahwa mengenang seseorang yang pernah mengisi ruang hati di masa lalu adalah hal yang lumus, sekaligus menjadi proses penting untuk berdamai dengan kenyataan bahwa tidak semua kisah cinta harus berakhir pada ikatan yang utuh.

Tentu saja, menerjemahkan sebuah catatan lama dari tahun 2008 ke dalam format audio kontemporer membutuhkan kepiawaian teknis dan musikalitas yang matang. Sadar akan hal tersebut, Hairul tidak mengambil jalan pintas dengan bekerja seorang diri.

Ia merangkul lingkaran kolaborator yang telah lama mendampingi perjalanan kreatifnya. Untuk urusan produksi, ia mempercayakan posisi produser kepada dua nama terkemuka sekaligus, yaitu Rizky Dewanto dan Lulud Pambudi.

Fondasi musikalitas lagu ini semakin diperkokoh oleh keterlibatan para musisi profesional di bidangnya. Nuansa harmoni dihidupkan oleh Lordy Wijaya melalui permainan keyboard-nya, didukung oleh dentuman bass padat dari Adhitomo Kusumo (Dodit), serta ketukan ritmik presisi dari Achmad Fazriyansyah (Riri) pada instrumen drum.

Sinergi kolektif ini memperlihatkan bahwa proyek solo Hairul dikerjakan dengan standar profesionalisme yang tidak main-main.

Perjalanan seorang Hairul dari balik panggung menuju pusat perhatian memberikan inspirasi tersendiri bagi lanskap musik independen tanah air. Ia membuktikan bahwa batas antara pekerja teknis dan kreator karya seni bukanlah sekat yang kaku.

Dengan keberanian untuk merilis karya yang jujur dan autentik, Hairul menunjukkan bahwa ketekunan dalam merawat seni pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri untuk sampai ke telinga pendengar.

Single “Dibuat Kamu” kini resmi menjadi penanda bahwa babak baru dalam karier musikal Hairul telah dimulai, membuktikan bahwa cerita terbaik kerap lahir dari ketulusan yang disimpan dalam kesunyian waktu. []

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *