Beranda / Mau Tahu Lebih / Targetkan 30.000 Pengunjung, Pameran Bisnis IFRA 2026 Hadirkan 250 Merek

Targetkan 30.000 Pengunjung, Pameran Bisnis IFRA 2026 Hadirkan 250 Merek

Suasana konferensi pers Pameran Waralaba dan Kemitraan Bisnis IFRA Indonesia 2026. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Kemitraan bisnis di Indonesia sedang memasuki era baru. Banyak peluang ditawarkan, namun tidak semua memiliki legalitas yang jelas. Waralaba menjadi bentuk kemitraan paling ketat karena mewajibkan STPW. Hingga April 2026, tercatat 327 STPW telah diterbitkan, menandakan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya legalitas semakin meningkat.

Dalam konteks ini, IFRA 2026 hadir sebagai ruang temu antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat. Tema “Empowering the Growth of Ethical Franchising” bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk membangun ekosistem bisnis yang transparan dan akuntabel.

Franciska Simanjuntak menekankan pentingnya waralaba sebagai jalur strategis. “Kami menargetkan pertumbuhan waralaba lokal hingga 7 persen tahun ini. Melalui berbagai program seperti Campuspreneur, kami terus mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru,” ujarnya.

Anang Sukandar menyoroti potensi kuliner Indonesia yang belum banyak digarap. “Kalau mau bicara kemitraan, harus ada keunggulan dan keunikan yang tidak mudah ditiru orang lain. Saya percaya Indonesia berpeluang besar untuk mengembangkan ini,” katanya.

IFRA 2026 bukan hanya pameran, tetapi juga ruang refleksi. Program seperti IFRA Women’s Talk dan IFBCC menunjukkan bahwa bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga soal keberlanjutan dan etika.

Dengan target 250 merek dan 30.000 pengunjung, IFRA 2026 menjadi simbol bahwa bisnis di Indonesia sedang bergerak menuju arah yang lebih legal, etis, dan berkelanjutan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *