Jakarta – Pulau Dewata kembali jadi sorotan dunia. Kali ini bukan karena pantai atau pariwisatanya, melainkan karena Indonesia resmi menjadi tuan rumah Indonesian International Latin Festival & Asia-Pacific Salsa Summit 2026. Acara ini akan digelar pada 30 Juli–3 Agustus 2026 di Sheraton Bali Kuta Resort.
Festival ini mengusung tema “Where Latin Passion Meets the Spirit of Indonesia”. Selama lima hari, pengunjung akan disuguhkan kompetisi internasional, workshop Salsa, Bachata, dan Kizomba, pertunjukan spektakuler, social dancing, hingga after party bersama DJ internasional.
Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, mengatakan:
“Festival ini menjadi wadah bagi seniman, instruktur, penari, dan komunitas dari berbagai negara untuk berkolaborasi, berkompetisi, dan bertukar budaya. Seni tari adalah bagian penting dari ekonomi kreatif yang mampu mendorong diplomasi budaya dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.”
Yang membuat festival ini semakin spesial, Indonesia resmi mendapat lisensi dari The Summit Championship, New York. Artinya, Indonesia adalah negara pertama di Asia Pasifik yang dipercaya menyelenggarakan kompetisi resmi The Summit Championship.
Billy Fajardo, Co-Founder The Summit Championship, menegaskan:
“Indonesia memiliki seluruh elemen yang dibutuhkan untuk menjadi pusat Latin dance internasional. Kami optimistis festival ini akan tumbuh menjadi agenda bergengsi yang memperkuat posisi Indonesia di peta Latin dance dunia.”
Festival ini menargetkan 300–500 peserta, dengan mayoritas berasal dari mancanegara seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Malaysia, Filipina, hingga Selandia Baru.
Tiara Josodirdjo, Executive Producer, menambahkan:
“Kami ingin memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi yang kaya budaya dan talenta kreatif, sekaligus mampu menyelenggarakan event dansa berstandar internasional. Kami berharap pencapaian ini membuka peluang kolaborasi global sekaligus menginspirasi generasi muda.”
Dengan dukungan pemerintah dan komunitas internasional, festival ini bukan hanya ajang tari, tetapi juga simbol diplomasi budaya Indonesia di panggung dunia.









