Jakarta – Di dalam ruang latihan yang sunyi dari keriuhan luar, ketukan baton seorang konduktor mampu menyatukan puluhan instrumen musik menjadi satu gelombang energi yang menggetarkan jiwa.
Ketika partitur musik legendaris milik The Beatles dan Queen berpadu dengan kemegahan simfoni orkestra, yang lahir bukanlah sekadar alunan nada, melainkan sebuah jembatan waktu yang menghubungkan era keemasan musik dunia dengan denyut nadi audiens masa kini.
Antusiasme publik terhadap pertemuan dua raksasa musik tersebut terbukti tidak terbendung.
Menjelang penyelenggaraan konser bertajuk “Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen” yang dijadwalkan pada Minggu, 1 November 2026, pukul 19.00 WIB di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, seluruh tiket tercatat ludes terjual (sold out) dalam kurun waktu kurang dari satu jam sejak pertama kali dibuka.
Fenomena ini sekaligus menjadi manifestasi nyata atas tingginya tingkat apresiasi masyarakat terhadap kualitas pertunjukan musik kelas atas di Indonesia.
Di balik kesuksesan penjualan tiket tersebut, terdapat proses panjang penyiapan artistik yang kini telah memasuki fase finalisasi.
Dipromotori oleh TipTip.id, dengan dukungan penuh dari Adinda Bakrie Foundation selaku sponsor dan BRI Prioritas sebagai powering partner, serta dipandu oleh LiLo sebagai pembawa acara, konser ini dirancang bukan sekadar sebagai hiburan instan, melainkan sebuah peristiwa budaya yang sarat nilai estetika.
Pementasan monumental ini memegang peranan emosional yang sangat penting karena menjadi bagian dari rangkaian selebrasi 35 Tahun Anniversary Twilite Orchestra.
Selama tiga setengah dekade, orkestra yang didirikan dan dipimpin oleh Addie MS ini telah konsisten membangun standar tinggi dalam dunia seni pertunjukan tanah air, menjembatani musik klasik dengan berbagai genre populer.
Transformasi karya-karya abadi The Beatles dan Queen ke dalam aransemen orkestra bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan ketelitian tingkat tinggi agar struktur simfonik tidak mengaburkan jiwa asli dari lagu-lagu yang telah mendarah daging di hati para penggemarnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, dua vokalis papan atas Indonesia, Marcello Tahitoe (Ello) dan Sandhy Sondoro, telah merampungkan latihan intensif bersama puluhan musisi orkestra.
Menjelaskan proses kreatif yang telah dilalui, Addie MS, selaku Music Director & Conductor of Twilite Orchestra, menuturkan dedikasi total dari seluruh elemen yang terlibat.
“Latihan demi latihan telah kami jalani dengan penuh dedikasi, dan dari setiap proses tersebut, saya dapat merasakan energi serta kesiapan seluruh tim yang semakin matang. Bagi kami, persiapan pertunjukan ini tidak semata-mata berbicara mengenai kesiapan teknis, tetapi juga bagaimana menghidupkan karakter, emosi, dan jiwa dari karya-karya besar yang kami bawakan. Kami ingin setiap alunan musik yang hadir malam nanti dapat menjadi pengalaman yang bermakna bagi penonton, sekaligus merepresentasikan penghormatan kami terhadap warisan musik dunia yang telah melampaui generasi dan zaman,” kata Addie MS.
Memasuki fase akhir menjelang hari-H, tim produksi dan artistik telah merampungkan seluruh infrastruktur teknis di dalam Tennis Indoor Senayan.
Mulai dari tata panggung megah, pengaturan tata cahaya (lighting) yang dramatis, hingga sistem tata suara akustik yang imersif telah disiapkan untuk mengakomodasi skala penuh orkestra dan vokal utama.
Gladi resik menyeluruh dilakukan secara berkala demi memastikan keselarasan transisi antar-lagu berjalan tanpa cela.
Bagi para pengisi acara, proses menuju panggung besar ini menghadirkan spektrum emosi tersendiri. Marcello Tahitoe (Ello) mengungkapkan kerendahan hatinya di hadapan karya-karya besar yang harus ia bawakan.
“Rasanya campur aduk antara gugup dan tidak sabar. Setiap kali gladi resik, saya selalu menemukan detail baru dalam lagu-lagu ini yang membuat saya makin menghargai betapa istimewanya karya The Beatles dan Queen. Kami hanya berharap semua persiapan ini bisa tersampaikan penuh kepada penonton yang sudah menunggu momen ini,” kata Ello.
Hal senada diungkapkan oleh Sandhy Sondoro, yang melihat proses latihan bersama orkestra besar sebagai sebuah pelajaran berharga tentang harmoni.
“Bagi saya, proses menuju panggung ini adalah bagian paling berharga. Berlatih bersama orkestra sebesar ini mengajarkan saya untuk mendengarkan, bukan hanya bernyanyi. Saya percaya penonton akan merasakan totalitas yang sudah kami siapkan sejak jauh-jauh hari, dan itu yang membuat saya paling bersemangat,” ucap Sandhy.
Keberhasilan sebuah konser orkestra berskala besar tidak terlepas dari visi kuat pihak penyelenggara dalam membaca kebutuhan pasar dan menjaga kualitas estetika. President Commissioner of TipTip, Triawan Munaf, memaparkan filosofi di balik penyelenggaraan acara ini.
“Konser yang istimewa adalah ketika sebuah karya yang telah dikenal luas mampu kembali menghadirkan pengalaman dan emosi yang baru bagi penontonnya. Itulah yang kami lihat dalam Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen. Melalui kekuatan aransemen Twilite Orchestra serta interpretasi para musisi yang terlibat, karya-karya legendaris ini kembali mendapatkan ruang untuk berbicara kepada generasi dan penonton hari ini. Bagi TipTip, menghadirkan pengalaman musikal yang berkualitas, berkesan, dan memiliki nilai apresiasi seperti inilah yang menjadi bagian penting dari perjalanan kami dalam mengembangkan ekosistem entertainment di Indonesia,” kata Triawan Munaf.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh SVP Entertainment Business TipTip, Astri Novanita, yang menyoroti pentingnya disiplin operasional dalam menjaga standar produksi.
“Bagi kami, memastikan setiap elemen produksi, mulai dari tata panggung, aspek teknis, hingga proses latihan para musisi, berjalan sesuai dengan perencanaan merupakan bagian penting dari standar penyelenggaraan yang kami menetapkan. Antusiasme publik yang tercermin dari sold out dalam waktu kurang dari satu jam tentunya menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga kualitas. Momentum ini semakin mendorong seluruh tim untuk memastikan setiap detail telah dipersiapkan secara optimal, sehingga pengalaman yang dihadirkan kepada penonton di Tennis Indoor Senayan pada hari-H dapat berlangsung secara maksimal dan berkesan,” katanya.
Dukungan lintas sektor turut memperkokoh fondasi penyelenggaraan konser ini. Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menyampaikan pandangannya mengenai keterlibatan BRI Prioritas:
“Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen merupakan sebuah pertunjukan yang mempertemukan kekuatan karya-karya musik legendaris dengan kualitas artistik dan kemegahan aransemen orkestra. Bagi BRI Prioritas, menjadi bagian dari pertunjukan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk apresiasi kami terhadap perkembangan seni dan musik berkualitas di Indonesia. Kami berharap kehadiran BRI Prioritas dapat turut memperkaya pengalaman para penonton dalam menikmati karya-karya ikonik The Beatles dan Queen melalui interpretasi istimewa dari Twilite Orchestra,” tutur Aris.
Sebagai penutup, Rama Anugrah, selaku Communications & Partnership Adinda Bakrie Foundation, menegaskan pentingnya seni sebagai sarana memperkuat ikatan budaya antargenerasi.
“Bagi Adinda Bakrie Foundation, musik dan seni pertunjukan memiliki nilai yang lebih luas dari sekadar hiburan. Keduanya merupakan medium yang mampu mempertemukan gagasan, karya, dan generasi dalam sebuah pengalaman yang bermakna. Dukungan kami terhadap Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen merupakan bentuk apresiasi terhadap konsistensi dan perjalanan panjang Twilite Orchestra dalam menghadirkan karya-karya berkualitas kepada masyarakat. Melalui interpretasi orkestra terhadap karya-karya legendaris The Beatles dan Queen, kami berharap pertunjukan ini dapat menjadi ruang apresiasi yang mempertemukan lintas generasi, sekaligus menjaga relevansi dan keberlanjutan warisan musik dunia di tengah perkembangan zaman,” kata Rama.
Dengan persiapan akhir yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pihak, konser ini dipastikan menjadi mercusuar baru dalam sejarah pementasan musik orkestra di Indonesia. []









