Jakarta – Panggung musik rock tanah air bersiap mencatatkan tinta emas yang akan dikenang sepanjang masa. Dalam sebuah langkah berani yang melampaui batas-batas konvensional promosi konser, promotor musik terkemuka Rajawali Indonesia berhasil merajut sebuah mahakarya kolaboratif yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah peradaban musik Indonesia, sembilan gitaris legendaris yang selama ini menjadi kiblat para musisi lintas generasi dipersatukan dalam satu panggung megah.
Mereka bukanlah sekadar sekumpulan musisi panggung, melainkan para arsitek bunyi yang membangun fondasi rock nusantara dari dekade ke dekade.
Bayangkan sebuah formasi mimpi yang mempertemukan Ian Antono dari Godbless & Gong 2000, Eet Sjahranie dari Edane, John Paul Ivan dari Boomerang, Dewa Budjana dari GIGI, Totok Tewel dari Elpamas, Edi Kemput dari Grass Rock, Pay Burman dari Slank & BIP, Azis MS dari Jamrud, hingga sang maestro dangdut-rock Rhoma Irama dari Soneta.
Gagasan revolusioner ini mengubah panggung konser internasional menjadi sebuah ajang perayaan kedaulatan musikal bangsa sendiri.
Proyek kolosal bertajuk “9 Dewa Gitar” ini dirancang dengan detail matang yang melibatkan para musisi pendukung kelas berat.
Di balik perangkat drum, ketukan bertenaga akan dikomandoi oleh Rere Reza dari Grass Rock, sementara departemen bass dikuasai sepenuhnya oleh Shadu Rasjidi dari DeadSquad & Infernal Lamentations.
Tidak ketinggalan, sentuhan tata suara melodi dipermanis oleh kepiawaian Rio Ricardo di atas keyboard. Kemegahan musikal ini kian sempurna tatkala tiga vokal karismatik, yakni Achmad Albar dari GodBless, Roy Jeconiah dari Boomerang, dan Krisyanto dari Jamrud berdiri di lini depan untuk menyanyikan anthem-anthem kejayaan musik tanah air.
Lebih dari sekadar pertunjukan musik, kehadiran sembilan dewa gitar ini mengusung makna filosofis yang sangat dalam.
Kesemua maestro senar ini adalah legenda hidup yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan masa kejayaan band rock dunia, Guns N’ Roses, pada dekade 1980 hingga 1990-an.
Alih-alih sekadar menjadi penonton, para legenda musik Indonesia ini “turun dari singgasana” untuk menyambut tamu agung mereka secara langsung.
Aksi spektakuler tersebut dipastikan menjadi penampilan penunjang spesial sekaligus pembuka resmi dalam rangkaian Guns N’ Roses World Tour Jakarta 2026, yang dijadwalkan menggebrak Indonesia Arena pada 21 November 2026.
Ide di balik penyatuan sembilan gitaris legendaris ini tentu tidak muncul dalam semalam. Anas Alimi, selaku Founder Rajawali Indonesia, membagikan cerita di balik layar mengenai proses kurasi yang ia jalani sebelum akhirnya memutuskan untuk melahirkan konsep kolosal ini.
“9 Dewa Gitar ini tercetus saat saya dalam proses memilih dan mengkurasi musisi Indonesia untuk opening act, banyak sekali opsinya. Jadi saya pilih untuk menyandingkan 9 gitaris legendaris di industri musik Indonesia. Saya berikan ruang untuk mereka pilih kombinasi lagunya, agar apa yang ditampilkan memang benar-benar lahir dari ruang latihan mereka,” ucap Anas Alimi.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap profesional seorang promotor yang menghargai proses kreatif para musisi.
Dengan memberikan kebebasan bagi para gitaris untuk meramu aransemen lagu langsung dari ruang latihan mereka, pertunjukan yang disajikan di atas panggung nanti dipastikan tampil otentik, organik, dan jauh dari kesan seremonial semata.
Bagi para penikmat musik rock lintas generasi, kesempatan untuk menyaksikan kolaborasi lintas genre yang melibatkan nama-nama besar dari Godbless, Slank, Jamrud, GIGI, Edane, hingga Soneta dalam satu malam adalah momen langka yang boleh jadi tidak akan terulang kembali.
Bagi yang ingin menjadi bagian dari sejarah besar ini, tiket resmi dapat diperoleh melalui platform Loket.com serta fitur Lifestyle pada aplikasi Bale by BTN.
Informasi pembaruan berkala juga dapat diakses melalui akun Instagram resmi @rajawaliindonesia atau melalui situs web www.gnrjakarta.com.
Tanggal 21 November 2026 kelak akan dikenang sebagai hari di mana panggung Indonesia Arena bergetar oleh harmoni para dewa musik lokal dan internasional. []









