Jakarta – Kahitna bukan hanya grup musik, mereka adalah fenomena budaya. Empat dekade berkarya, lagu-lagu mereka menjadi bagian dari identitas musik Indonesia. Konser KAHITNA 40 TAHUN adalah bukti bahwa karya yang jujur dan tulus mampu bertahan melintasi generasi.
Dino Hamid, Founder Enjoy Live Experience, menegaskan: “Di titik H-3 ini, semua yang kami rancang selama berbulan-bulan akhirnya bertemu dengan kenyataan. Bukan perkara mengejar status sold out semata, tapi memastikan setiap Soulmate yang datang ke NICE benar-benar merasakan bahwa mereka sedang berdiri di tengah sejarah.”
Konser ini mengusung tema “Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah”. Lagu-lagu abadi Kahitna akan dibawakan dengan aransemen baru, menghadirkan nostalgia sekaligus kejutan.
Andrie Bayuadji menegaskan: “Aransemen-aransemen lama kami masih bisa membuat penonton menutup mata dan tersenyum sendiri. Itu yang membuat saya percaya bahwa musik yang jujur akan selalu punya tempat.”
Bintang tamu lintas generasi memperlihatkan bagaimana Kahitna menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini.
RAN menyampaikan: “Kahitna adalah salah satu alasan kami percaya bahwa musik Indonesia bisa berbicara ke banyak generasi sekaligus.”
Monita Tahalea menambahkan: “Saya tumbuh dengan lagu-lagu Kahitna diputar di rumah, jauh sebelum saya membayangkan akan berdiri satu panggung dengan mereka.”
Dengan tiket Festival A dan B yang masih tersedia, konser ini menjadi kesempatan terakhir bagi Soulmate untuk ikut merayakan empat dekade perjalanan Kahitna.
Lebih dari sekadar konser, ini adalah perayaan budaya, di mana nostalgia bertemu dengan inovasi, dan musik menjadi bahasa universal cinta serta kenangan. []









