Jakarta – Peluncuran album “Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat” oleh Wongalas di Dungeon Lounge, Jakarta, menjadi tonggak penting dalam perkembangan musik rock Indonesia. Album ini merepresentasikan semangat gotong royong, kritik sosial, dan cinta tanah air.
Wongalas terdiri dari empat musisi berpengalaman, yakni Yudith (Jacket Band), Opick (Bayou), Atenk (Voodoo), dan Firdy (Power Slaves). Dengan latar belakang berbeda, mereka bersatu menghadirkan karya yang orisinal.
Album ini berisi 13 lagu yang dipilih dari 400 karya Yudith. Proses kreatif dilakukan di Puncak Bogor selama 12 hari pada 2018. Menariknya, proses tersebut dilakukan di luar studio, menghasilkan nuansa natural.
Yudith menegaskan, “Album ini adalah suara rakyat. Kami ingin menyampaikan keresahan sekaligus harapan yang sering kali tidak terdengar.”
Eksekutif produser album ini adalah R. Heri Santoso, pendiri GARDAINDO. Ia menyatakan, “Musik Wongalas punya kekuatan untuk menyatukan. Saya melihat potensi besar dalam pesan yang mereka bawa.”
Album ini mengusung empat tema utama: kritik sosial, youth movement, cinta tanah air dan alam, serta cinta antar manusia. Lagu-lagu seperti “Pasal 33” dan “Mentari di NKRI” menegaskan komitmen mereka terhadap isu kebangsaan.
Peluncuran album ini menunjukkan bagaimana musik bisa menjadi medium komunikasi sosial. Wongalas tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga pesan yang relevan bagi masyarakat.
Saat ini, seluruh materi dalam album “Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat” sudah tersedia di berbagai platform musik digital.
Versi fisik berupa CD juga telah dirilis dan bisa didapatkan di berbagai toko musik.








