Beranda / Mau Hiburan / Neo Funk Therapy Ubah Lagu Kita Ke Sana Milik Hindia Jadi Versi Remix

Neo Funk Therapy Ubah Lagu Kita Ke Sana Milik Hindia Jadi Versi Remix

Grup musik trio, Neo Funky Therapy. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Ada sebuah kepuasan tersendiri ketika kita mendengarkan ulang lagu yang sudah sangat akrab di telinga, namun tiba-tiba hadir dengan baju baru yang sama sekali tak terduga.

Sensasi inilah yang belakangan sering dirasakan oleh para penikmat musik di media sosial saat bersua dengan konten-konten aransemen ulang dari sebuah proyek bernama Neo Funk Therapy (NFT).

Lahir dari sebuah meja eksperimen sederhana dan obrolan santai, NFT kini menjelma menjadi salah satu entitas paling menarik yang siap menyegarkan lanskap industri musik tanah air.

Semua cerita ini bermula dari keseruan kecil antara Winky Wiryawan dan Panji Ndrio. Dua nama yang tidak asing di lingkaran kreatif ini awalnya hanya mengisi waktu luang dengan mempreteli berbagai lagu favorit—baik dari dalam maupun luar negeri—untuk kemudian dirakit ulang ke dalam balutan warna funk yang kental dan menggugah raga.

Tanpa target yang muluk-muluk, tanpa ekspektasi tinggi bahwa karya rumahan itu akan dilirik banyak pasang mata. Namun, seperti kata pepatah lama, kreativitas yang tulus biasanya selalu menemukan jalannya.

Video cover dan remix yang mereka unggah secara iseng di platform digital justru meledak, memancing gelombang respons positif dari para warganet yang haus akan warna baru.

Antusiasme organik inilah yang akhirnya menjadi titik balik. Winky Wiryawan melihat ada percikan api yang potensial untuk disiram minyak agar menyala lebih besar. Ia sadar, proyek ini tidak boleh sekadar berhenti sebagai konten selingan di media sosial. Di sinilah babak baru dimulai dengan masuknya Bowie Champa.

Sebagai seorang drummer dan musisi senior yang telah lama malang melintang serta makan asam garam di industri musik Indonesia, kehadiran Bowie melengkapi puzzle yang sebelumnya bolong. Terbentuklah sebuah formasi matang terdiri dari Winky Wiryawan, Panji Ndrio, dan Bowie Champa, yang kini solid membawa panji Neo Funk Therapy.

Ketiga personel ini datang dengan latar belakang, selera, dan jam terbang yang berbeda-beda. Namun, perbedaan itu justru melebur menjadi kekuatan kolektif ketika mereka duduk bersama dalam satu ketertarikan yang sama, yakni mengeksplorasi genre funk secara seluas-luasnya, tanpa batas, dan tanpa sekat.

NFT dengan tegas mendeklarasikan diri bahwa mereka tidak ingin memenjarakan musik mereka dalam satu bentuk funk yang kaku. Sebaliknya, mereka ingin funk milik NFT berselingkuh dengan berbagai karakter genre lain—mulai dari lantai dansa disco dan house, distorsi liar rock, hingga kebebasan psikedelik (psychedelic) yang menerobos kesadaran.

Langkah eksperimental yang tadinya hanya menjadi bahan konten media sosial itu kini resmi dibawa naik tingkat ke panggung industri profesional.

Sebagai pijakan pertama yang sah secara hukum dan artistik, NFT memilih lagu “Kita Ke Sana” milik Hindia untuk didaur ulang menjadi rilisan perdana mereka.

Lagu ini sebenarnya bukan barang asing bagi pengikut setia NFT, karena versi performance-nya sempat berseliweran dan mendulang banyak pujian. Namun, ada perbedaan besar kali ini.

Jika sebelumnya karya-karya mereka adalah bentuk apresiasi tidak resmi, maka “Kita Ke Sana – Official Remix” adalah sebuah langkah legal yang telah mengantongi lampu hijau serta kepercayaan penuh.

Dengan groove khas racikan tangan dingin NFT, lagu tersebut dibawa ke dimensi ruang yang sama sekali berbeda. Mereka berhasil menjaga esensi serta makna emosional dari lagu aslinya, tetapi di saat yang sama menyuntikkan energi funk yang jauh lebih segar, playful, dan hidup.

Bagi NFT, proses kreatif ini mencerminkan filosofi bermusik mereka yang mendasar, yaitu “Mengambil sesuatu yang sudah familiar bagi pendengar, kemudian membawanya ke dalam dunia Neo Funk Therapy tanpa kehilangan karakter dari karya aslinya.”

Ini adalah sebuah seni menyeimbangkan antara nostalgia dan inovasi, sebuah garis tipis yang hanya bisa dieksekusi dengan baik oleh musisi yang benar-benar paham akar rasa sebuah lagu.

Di bawah naungan label rekaman HALOS Records, single “Kita Ke Sana – Official Remix” dijadwalkan meluncur resmi ke berbagai platform streaming digital pada tanggal 25 September 2026.

Momentum ini sekaligus menjadi deklarasi terbuka mengenai eksistensi mereka di tengah industri musik Indonesia yang saat ini masih jarang diisi oleh kelompok musik dengan pendekatan funk yang konsisten dan berkarakter kuat.

Winky, Panji, dan Bowie melihat celah ini bukan sekadar peluang bisnis, melainkan sebuah ruang bermain yang luas untuk menawarkan pengalaman sensorik yang berbeda bagi pendengar musik tanah air.

Perpaduan musikalitas tingkat tinggi, rekam jejak panjang, chemistry panggung yang matang, serta keberanian melakukan eksplorasi lintas genre adalah amunisi utama yang mereka bawa.

Dan istimewanya lagi, perjalanan Neo Funk Therapy sama sekali tidak akan berhenti pada satu judul lagu saja. Selepas peluncuran official remix ini, mereka telah menyiapkan segudang amunisi materi baru yang siap dilepas ke pasar secara berkala.

Dari sebuah kamar tidur, berawal dari keisengan menyusun nada, viral di dunia maya, hingga akhirnya berlabuh sebagai rilisan resmi di bawah label rekaman, perjalanan Neo Funk Therapy adalah bukti nyata bahwa konsistensi dan kreativitas organik tidak pernah bisa dibohongi.

Kini, tinggal menunggu waktu bagaimana para penikmat musik merespons undangan berdansa dari trio maut ini. Apakah Anda sudah siap melangkah ke sana bersama Neo Funk Therapy?

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *