Beranda / Uncategorized / Emosional Indro Mengenang Dono dan Kasino di Panggung Synchronize Fest 2026

Emosional Indro Mengenang Dono dan Kasino di Panggung Synchronize Fest 2026

Dokumentasi program Tribute to Warkop DKI di panggung Synchronize Fest 2026. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Di balik gemerlap lampu panggung festival musik yang meriah dan dentuman suara penonton yang menggelegar, selalu ada ruang-ruang sunyi di dalam hati yang menyimpan kenangan masa lalu.

Ruang sunyi itulah yang malam itu hadir di panggung Forest Synchronize Fest 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (17/10) malam. Di tengah lautan penonton dari berbagai generasi, seorang pria paruh baya berdiri tegar di depan mikrofon, membawa serta bayang-bayang dua sahabat sejati yang telah lama berpulang.

Dia adalah Indrodjojo Kusumonegoro, atau yang akrab disapa Indro. Bersama mendiang Wahjoe Sardono (Dono) dan Kasino Hadiwibowo, ketiganya pernah mengukir sejarah emas sebagai trio pelawak paling fenomenal di Indonesia, Warkop DKI.

Kehadiran Indro dalam pertunjukan khusus bertajuk “Tribute to Warkop DKI” bukan sekadar aksi panggung biasa. Ia adalah sebuah surat cinta terbuka untuk waktu yang telah berlalu, sebuah perayaan atas persahabatan yang tidak lekang oleh korosi zaman.

Ketika Indro melangkah ke atas panggung, sambutan penonton begitu luar biasa. Sorak-sorai dan koor penonton seolah menjadi selimut kehangatan bagi sang legenda hidup yang kini tersisa seorang diri dari formasi trio tersebut.

Tatapan matanya menyapu lautan manusia yang memadati area konser, menyadari bahwa karya-karya yang mereka bangun puluhan tahun silam masih bernyawa di dada anak-anak muda masa kini.

Dengan suara yang bergetar menahan haru, Indro membuka penampilannya dengan sebuah ungkapan jujur yang langsung merasuk ke lubuk hati penonton. Ketiadaan Dono dan Kasino tidak membuat cinta para penggemar surut, melainkan semakin mengukuhkan ikatan emosional di antara mereka.

“Terus terang, kami tidak akan ada di sini tanpa Anda semua. Dan itu akan selalu kami ingat. Apalagi dengan ketidakadaannya Mas Dono, Mas Kasino, Anda semua masih antusias menyambut kita semua,” tutur Indro dengan ketulusan yang terpancar nyata di wajahnya.

Ucapan itu bukanlah sekadar basa-basi panggung. Ia adalah bentuk pengakuan tulus dari seorang sahabat yang tahu betul betapa beratnya berjalan sendiri meneruskan panji-panji sebuah nama besar, namun sekaligus merasa dikuatkan oleh ribuan tangan yang merangkulnya melalui antusiasme publik.

Pertunjukan malam itu dirancang dengan sangat apik, memadukan benang merah masa lalu dan masa kini. Panggung Forest diubah menjadi mesin waktu yang menyajikan memori kolektif. Duo Bahlul, yang digawangi oleh Sahil dan Kamal, membuka tirai nostalgia dengan membawakan lagu-lagu legendaris Warkop seperti “Mana Tahan” dan “Aku Anak Desa”, berpadu dengan aransemen riang dari Orkes Nunung CS.

Tak berhenti di situ, kehadiran Trio GJLS yang terdiri atas Rigen, Rispo, dan Hifdzi semakin memanaskan suasana lewat interpretasi segar atas nomor-nomor ikonis “Ya Mustafa” serta “Bakumba Kero”. Di sela-sela lagu, layar raksasa memutar cuplikan video lawas aksi jenaka Dono, Kasino, dan Indro di masa muda.

Tayangan arsip hitam-putih hingga berwarna kusam itu berpadu harmonis dengan kehadiran musisi di atas panggung, menciptakan ilusi magis seolah ketiganya kembali berdiri berdampingan.

Melihat estafet humor tersebut, Indro menyampaikan apresiasi mendalam kepada para komika muda yang turut ambil bagian.

“Terima kasih untuk Duo Baheul, GJLS, dan Synchronize Fest telah memberikan panggung ini untuk kita semua,” ucap Indro, memberikan penghormatan atas ruang berekspresi yang diberikan festival tersebut kepada para legenda komedi tanah air.

Puncak emosi malam itu pecah tatkala lampu panggung diredupkan dan alunan musik bernuansa sendu mulai mengalun. Indro membawakan sebuah lagu khusus berjudul “Dan Aku Rindu”, sebuah karya yang didedikasikan secara personal untuk mengenang kepergian Dono dan Kasino.

Suara Indro yang sarat akan rasa kehilangan berhasil menciptakan keheningan magis di tengah arena festival yang tadinya riuh.

Selepas melantunkan lagu tersebut, Indro mengajak seluruh penonton untuk menghentikan sejenak hiruk-pikuk festival demi menundukkan kepala. Sebuah momen sakral tercipta di Gambir Expo Kemayoran ketika ribuan orang dari berbagai latar belakang bersatu dalam keheningan, mendoakan kebaikan bagi jiwa dua legenda humor Indonesia.

“Teman-teman makasih banget. Boleh enggak saya minta, kita doain Mas Dono dan Mas Kasino menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa mulai. Terima kasih,” ujar Indro menutup malam penuh makna itu.

Lewat panggung Synchronize Fest 2026, Indro membuktikan bahwa tawa sejati tidak pernah benar-benar mati; ia hanya bertransformasi menjadi kenangan abadi yang dirawat bersama oleh bangsa ini. []

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *