Beranda / Mau Hiburan / El Popo Ubah Lelahnya Karyawan Jadi Hymne Ska-Punk Lewat EP Dumbo Fantastico

El Popo Ubah Lelahnya Karyawan Jadi Hymne Ska-Punk Lewat EP Dumbo Fantastico

Grup band El Popo. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Menjadi seorang pekerja atau karyawan kantoran di tengah kerasnya dinamika kota besar sering kali menyimpan cerita lelah yang tak kunjung usai.

Tumpukan pekerjaan yang seolah tiada habisnya, target perusahaan yang melambung tinggi, hingga realitas kenaikan gaji yang kerap berjalan di tempat, menjadi menu keseharian yang akrab bagi kaum urban.

Keresahan inilah yang kemudian diterjemahkan secara jujur dan apa adanya oleh grup band El Popo melalui single terbaru mereka yang diberi judul “Ngantuk”. Lagu tersebut dirilis secara resmi bersamaan dengan EP perdana mereka yang bertajuk “Dumbo Fantastico”.

Ide di balik penciptaan lagu “Ngantuk” berakar dari pengalaman dan keseharian seluruh personel El Popo yang sebagian besar juga berstatus sebagai pekerja kantoran. Penggalan lirik awal lagu ini langsung menohok realitas dunia kerja: “Kuingat bosku bilang, kukurang laki jika mengeluh soal kerjaan sehari-hari.”

Lagu ini ditulis oleh sang vokalis, Vito Sanders, yang mengaku bahwa inspirasi liriknya banyak diambil dari obrolan serta kisah nyata di lingkungan sekitarnya.

“Gue cuma coba nangkep cerita teman-teman aja. Misalnya, bos yang kalau kasih target gila-gilaan, tapi giliran diminta naik gaji malah ogah-ogahan. Atau teman kerja yang santai banget pas WFH, sementara kerjaan dan project-nya malah numpuk ke kita,” ujar Vito.

Vito juga menambahkan bahwa di usianya yang menginjak 30 tahun, membuat lagu bertema cinta atau kisah galau remaja sudah bukan lagi porsinya. Dengan nada berseloroh ia mengungkapkan bahwa fase hidupnya saat ini membuatnya lebih cemas memikirkan kontrak kerja ketimbang urusan percintaan.

“Gue sekarang umur 30 tahun. Mau bikin lagu cinta-cintaan udah bingung. Bikin lagu galau juga kayaknya sekarang gue lebih sedih kalau putus kontrak kerja daripada putus cinta,” kata Vito sambil tertawa.

Dari aspek musikalitas, El Popo membawa para pendengarnya bernostalgia ke masa kejayaan musik MTV di era awal 2000-an. Aransemen lagu “Ngantuk” diramu dengan pengaruh kuat dari band-band ska punk dan pop punk legendaris seperti Jun Fun Gung Foo, Less Than Jake, hingga Reel Big Fish.

Proses aransemen dasar yang digarap Vito kemudian dikembangkan bersama gitaris Dipto, yang merasakan ikatan kuat karena tumbuh besar bersama referensi musik yang sama.

“Untungnya kita semua tumbuh di era yang sama, ketika MTV masih jadi referensi utama. Jadi musik dari Blink-182, Sum 41, sampai band yang punya elemen ska seperti Less Than Jake dan Rancid itu sudah sangat familiar buat kita,” jelas Dipto.

Kehadiran single “Ngantuk” sekaligus menjadi trek pembuka dari mini album (extended play) perdana El Popo yang bertajuk Dumbo Fantastico.

EP ini memuat total lima lagu yang merangkum berbagai subgenre punk era awal 2000-an, mulai dari hardcore punk, pop punk, punk rock, hingga ska punk, di mana sebelumnya hanya lagu “Don’t Waste Your Time” yang telah dirilis sebagai single pada tahun 2025 lalu.

Sang bassist, Iqbal Firdaus, melontarkan candaan khas mengenai identitas musik band mereka yang menolak terjebak dalam satu jalur klise semata.

“Band pop punk sekarang sudah banyak yang keren-keren. Kalau kita ikut jadi band pop punk juga, kayaknya kita kurang ganteng. Jadi, sekalian aja kita campur berbagai subgenre punk. Yang penting semuanya tetap terasa seperti musik yang kita dengarkan waktu kecil,” ujar Iqbal.

Bagi para personel lainnya, seperti drummer Ilham Fajri (Iam) dan gitaris Ge Wibowo, proyek musik yang berawal dari keisengan kamar tidur ini perlahan menjelma menjadi wadah berkarya yang serius sekaligus menyenangkan, terutama bagi pendengar yang merindukan warna musik dekade awal milenium.

“Ternyata band ini seru juga. Jadi harusnya ‘Ngantuk’ dan EP ‘Dumbo Fantastico’ juga bisa dianggap seru sama orang-orang,” ucap Ilham.

“Kayaknya orang bakal suka, terutama mereka yang tumbuh bareng MTV di era awal 2000-an,” timpal Ge Wibowo. []

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *