Jakarta – Kota Jakarta kembali berwarna dengan hadirnya Indonesia International Culture Festival (IICF) 2026 di Ancol. Ribuan orang dari berbagai negara berkumpul, bukan hanya untuk menari, tetapi juga untuk merayakan keberagaman budaya dunia.
Sorotan utama festival ini adalah pemecahan Rekor MURI oleh 2.713 penari dari 12 negara yang menampilkan Tarian Semarak Jali-Jali Betawi. Suasana penuh energi terasa ketika ribuan penari bergerak serentak, menciptakan harmoni yang memukau.
“Saat menari bersama, saya merasa budaya Indonesia menjadi bagian dari diri saya. Jali-Jali adalah tarian yang sederhana namun penuh makna,” ungkap salah satu peserta asal Polandia.
Festival ini diikuti oleh peserta dari Amerika Serikat, Rusia, Polandia, Mongolia, Korea Selatan, India, Filipina, Sri Lanka, Malaysia, Thailand, Turki, dan Indonesia. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai penampil, tetapi juga sebagai pembawa cerita tentang persahabatan antarbangsa.
Rangkaian acara festival mencakup kompetisi tari internasional, parade pantai, lomba seni, hingga bazaar UMKM. Kehadiran juri dari International of Folklore Festivals Organization (IOFF) memastikan bahwa setiap penampilan dinilai dengan standar internasional.
Selain itu, festival ini memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal. Dari kerajinan tangan hingga kuliner khas, semua menjadi bagian dari narasi besar tentang kekayaan budaya Indonesia.
“Festival ini adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa budaya bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga masa depan. Ancol ingin menghadirkan pengalaman budaya yang edukatif dan positif bagi masyarakat,” ujar perwakilan Taman Impian Jaya Ancol.
IICF 2026 bukan sekadar festival, melainkan perayaan kehidupan. Di tengah tarian, musik, dan warna-warni budaya, tersimpan pesan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan.








