Jakarta – Kota Jakarta pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi terasa berbeda bagi pecinta musik elektronik. Nama Bobby Suryadi kembali muncul dengan kabar yang membuat banyak penggemarnya bernostalgia sekaligus bersemangat: perilisan album terbaru “Echoes of the Heart”.
Bobby bukan sekadar DJ. Ia adalah sosok yang sejak era 1990-an menjadi wajah musik elektronik Indonesia. Dari klub kecil hingga panggung internasional, ia dikenal sebagai “penjaga denyut lantai dansa”.
Kini, setelah lebih dari tiga dekade berkarya, ia kembali dengan karya yang disebutnya sebagai perjalanan hati.
“Musik bagi saya adalah perjalanan tanpa henti. Setiap era punya energi sendiri, dan tugas saya adalah menjaga energi itu tetap hidup,” katanya.
Album “Echoes of the Heart” bukan nostalgia belaka. Bobby menekankan bahwa karya ini adalah cara untuk menunjukkan bahwa musik lama bisa hidup berdampingan dengan semangat baru.
“Saya tidak ingin sekadar bernostalgia. Album ini adalah cara saya menyampaikan bahwa musik lama bisa hidup berdampingan dengan semangat baru,” ujarnya.
Sembilan trek dalam album ini menghadirkan cerita emosional. Mulai dari “Can You Feel It”, “Toxic Love”, “Tired of Loving You”, “Broken Love”, “Longing in the Dark”, “Letting You Go, Alone”, “Shining Bright”, hingga “Forever Free”.
Kehadiran kolaborator seperti Michelle, Rachel B, Ricard, Iriana, dan Alicia membuat album ini terasa segar sekaligus kaya warna.
Bagi penggemar lama, album ini adalah kesempatan untuk kembali merasakan energi Bobby. Bagi generasi baru, ini adalah pintu masuk untuk mengenal legenda yang tidak pernah berhenti bereksperimen.
“Album ‘Echoes of the Heart’ adalah undangan untuk merasakan perjalanan saya, dari awal hingga sekarang. Musik adalah bahasa hati, dan saya ingin gema itu terus terdengar,” tuturnya.
Kini, album tersebut sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital, menjadi bukti bahwa Bobby masih relevan dan terus berinovasi. []









