Jakarta – Tongkat estafet Cockpit, grup band cover Genesis di Indonesia resmi diteruskan oleh generasi baru dengan nama Cockpit+. Unit ini, siap menyapa penikmat musik progresif di Indonesia dalam waktu dekat.
Formasi ini terdiri dari Krisna Prameswara, Jimmo, Judy Kartadikarya, Rama Moektio, dan Nada Noor. Rama adalah putra dari almarhum Yaya Moektio, sementara Nada adalah putra dari almarhum Raidy Noor.
Awal Perjalanan Cockpit
Sejarah panjang Cockpit dimulai pada awal 1980-an melalui sebuah band bernama Batara Band. Dari Batara, beberapa personel kemudian sepakat membentuk Cockpit pada 1983. Formasi awal terdiri dari Freddy Tamaela (vokal), Harry Minggoes (bas), Yaya Moektio (drum), Odink Nasution (gitar), dan Roni Harahap (keyboard).
Roni masuk menggantikan Debby Nasution, sementara posisi keyboard sempat diisi oleh Harry Anggoman sebelum akhirnya digantikan Roni.
Pada 1984, Raidy Noor bergabung menggantikan Harry Minggoes. Kehadiran Raidy membuat Cockpit semakin solid dan langsung mencuri perhatian publik. Konser mereka di berbagai venue besar seperti Balai Sidang Senayan, Kartika Chandra Theatre, hingga Stadion Menteng selalu ramai penonton.
Popularitas mereka meningkat pesat, menjadikan Cockpit salah satu cover-band paling sukses di Indonesia.
Kesuksesan dan Konsistensi
Cockpit dikenal sebagai band yang sangat serius membawakan karya-karya Genesis dan Phil Collins. Tingkat kemahiran mereka bahkan membuat penggemar bercanda bahwa “Cockpit nomor satu, Genesis nomor dua”.
Candaan ini mencerminkan betapa seriusnya Cockpit dalam menghidupkan kembali hits Genesis dengan kualitas yang mendekati aslinya.
Mereka menjelma menjadi grup musik entertainer yang selalu menjadi langganan promotor dan event organizer. Konser mereka hampir selalu sold-out, dan penonton rela merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati suasana.
Tidak hanya tampil di stadion atau hall besar, Cockpit juga merambah ke café dan klub, tetap mempertahankan basis penggemar yang loyal.
Kehilangan dan Duka
Perjalanan panjang Cockpit tidak lepas dari kehilangan besar. Freddy Tamaela, vokalis ikonik mereka, wafat pada 1990. Meski sempat vakum, Cockpit kembali berjalan dengan vokalis baru, Arry Syaff.
Namun, duka kembali datang ketika Odink Nasution meninggal pada 27 Februari 2020, disusul Arry Syaff pada 12 Desember 2020, dan Roni Harahap pada 13 Juni 2022.
Posisi keyboard kemudian diisi bergantian oleh Dave Lumenta dan Krisna Prameswara, dengan Krisna lebih sering tampil karena kesibukan Dave sebagai antropolog. Kehilangan para pendiri membuat Cockpit harus beradaptasi, namun semangat mereka untuk terus berjalan tidak pernah padam.
Lahirnya Cockpit+
Kehadiran Cockpit+ bermula usai perbincangan Rama Moektio, dan Nada Noor yang sepakat melanjutkan perjalanan Cockpit sebagai bentuk penghormatan terhadap ayah mereka.
Rama menegaskan bahwa mereka tidak hadir untuk menggantikan sosok besar ayah mereka, melainkan untuk meneruskan energi positif bermusik yang telah dibangun selama puluhan tahun.
“Kami sebagai anak-anaknya sangat menghormati dan menyanjung ayah kami. Kami bukan untuk menggantikan, tentu sulit sekali. Tapi kami hadir untuk meneruskan energi positif bermusik dari kedua ayah kami,” ujar Rama yang diamini Nada.
Formasi baru ini juga diperkuat oleh Hendri, seorang bassist yang dikenal sebagai session player dan pendukung KLa Project. Dengan masuknya Hendri, posisi yang ditinggalkan Raidy Noor kembali terisi, menjadikan Cockpit+ siap melangkah dengan formasi solid.
Dukungan Busan Production
Kelahiran Cockpit+ mendapat dukungan penuh dari Budi Santosa melalui Busan Production. Budi yang sejak lama bekerja sama dengan Cockpit menyatakan apresiasi tinggi terhadap Rama dan Nada, serta berkomitmen mendukung penuh Cockpit+ dengan konsep baru.
Logo baru Cockpit+ menampilkan tanda plus sebagai bintang di pojok kanan atas, ide yang datang dari Rama Moektio.
“Prinsipnya, Busan siap sedia berjalan bersama Cockpit+. Semoga Cockpit+ akan aktif hadir lagi di berbagai tempat, bahkan rencananya juga di berbagai kota,” ujar Budi.
Konser Perdana Cockpit+
Kehadiran perdana Cockpit+ akan ditandai dengan penampilan mereka di konser di Glitz Inclusive Lounge, Kuningan City Mall, Jakarta Selatan, pada Jumat, 1 Mei 2026. Acara ini menjadi momentum penting bagi band untuk memperkenalkan formasi baru sekaligus membuktikan bahwa warisan Cockpit tetap hidup dan relevan.
Cockpit+ bukan sekadar melanjutkan nama besar Cockpit, tetapi juga menghadirkan semangat baru. Dengan generasi penerus yang membawa energi segar, mereka siap menjaga tradisi sebagai salah satu cover-band Genesis terbaik di Indonesia, sekaligus membuka jalan untuk eksplorasi musikal yang lebih luas.
Warisan Cockpit adalah bukti bahwa musik bisa melampaui generasi. Dari Freddy Tamaela hingga Yaya Moektio dan Raidy Noor, dari stadion besar hingga café kecil, Cockpit telah membuktikan bahwa musik Genesis bisa hidup di hati penonton Indonesia.
Kini, Cockpit+ hadir untuk memastikan bahwa perjalanan itu tidak berhenti, melainkan terus berlanjut dengan semangat baru. []









