LSI Denny JA juga mempunyai data lain yang penting. Di samping tingkat elektabilitas pasangan, LSI Denny JA juga menyoroti variabel lain yang penting, yang membentuk elektabilitas individual.
Ini datanya. Prabowo sudah dikenal lebih dari 95 persen populasi. Ini tingkat pengenalan yang tinggi sekali, Premium. Sementara Anies dan Ganjar dikenalnya masih di bawah 95 persen.
Tingkat kesukaan publik atas Prabowo juga di atas 80persen. Ini juga angka favourability yang sangat tinggi sekali. Sementara Anies dan Ganjar, yang suka padanya di bawah bahkan 75persen.
Selama saya melakukan survei sejak Pilpres tahun 2004, sejak Pilpres yang pertama yang dipilih rakyat secara langsung, yang pernah masuk dalam kategori premium ini, dikenal di atas 95persen disukai di atas 80persen, baru bisa dicapai oleh dua orang saja.
Tingkat kesukaan publik atas Prabowo juga di atas 80persen. Ini juga angka favourability yang sangat tinggi sekali. Sementara Anies dan Ganjar, yang suka padanya di bawah bahkan 75persen.
Selama saya melakukan survei sejak Pilpres tahun 2004, sejak Pilpres yang pertama yang dipilih rakyat secara langsung, yang pernah masuk dalam kategori premium ini, dikenal di atas 95 persen disukai di atas 80 persen, baru bisa dicapai oleh dua orang saja.
Saat itu, survei juga merekam perdebatan capres sebelumnya.
Ini mengulangi data 5 tahun yang lalu. Setiap pilpres, LSI Denny JA melalukan survei, yang juga berisi data soal debat capres.
Ternyata yang menonton debat itu sebanyak 47,5persen dari populasi pemilih Indonesia. Tapi tak semua menonton penuh.
Ada yang menonton debat capres hanya satu menit saja, 5 menit saja, di bawah 10 menit.
Yang menonton debat secara penuh, dari awal hingga akhir, hanya 31 persen saja dari yang mengaku menonton debat capres.
Jika angkanya dikalikan, yang menonton debat capres secara Penuh hanya 14 sampai 15 persen saja dari populasi pemilih.
Lalu dari yang populasi yang menonton penuh debat presiden itu, seberapa banyak setelah menonton, mereka mengubah pilihan mereka?
Ini datanya. Ternyata hanya 22,2 persen saja yang mengubah pilihannya dari yang menonton debat secara penuh.
Karena yang menonton penuh itu hanya 14-15 persen saja, maka yang mengubah pilihannya setelah menonton debat hanya 2 persen sampai 3 persen saja.
Perubahan ini terjadi untuk semua kategori.
Ini datanya. Ternyata hanya 22,2 persen saja yang mengubah pilihannya dari yang menonton debat secara penuh.
Karena yang menonton penuh itu hanya 14-15 persen saja, maka yang mengubah pilihannya setelah menonton debat hanya 2 persen sampai 3 persen saja.
Perubahan ini terjadi untuk semua kategori.









