Jakarta – Kabar duka datang dari New York. James F. Sundah, komposer yang melahirkan lagu-lagu abadi, berpulang di usia 70 tahun. Dunia musik Indonesia kehilangan sosok yang selama puluhan tahun menjadi sumber inspirasi.
James adalah pencipta lagu yang memahami betul bagaimana musik bisa menjadi bahasa universal. Lagu “Lilin Lilin Kecil” misalnya, bukan hanya populer, tetapi menjadi pengingat tentang harapan di tengah kegelapan. Lagu itu terus dinyanyikan lintas generasi, membuktikan kekuatan karya yang lahir dari hati.
Karya-karya James dinyanyikan oleh Chrisye, Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, hingga generasi baru seperti Claudia Emmanuela Santoso. Ia membuktikan bahwa musik mampu melintasi waktu, menyatukan orang dari berbagai latar belakang.
Perjuangannya melawan kanker paru-paru sejak 2024 menunjukkan keteguhan hati. Meski sakit, ia tetap berkarya. Lagu terakhirnya, “Seribu Tahun Cahaya”, dipersembahkan untuk sang istri. Lagu itu menjadi simbol cinta, dedikasi, dan keberanian.
Kepergian James meninggalkan pesan bahwa musik bukan hanya hiburan, tetapi juga warisan. Lagu-lagunya akan terus hidup, menjadi bagian dari perjalanan emosional banyak orang. []









