Mautau.id – Grup musik DRIVEN BY ANIMALS (DBA) terbentuk sejak tahun 2011 yang digagas oleh gitaris DRIVE yaitu Budi Rahardjo atau yang lebih dikenal dengan nama Bhusdeq. Namun menjadi proyek musik yang mangkrak hingga 10 tahun lamanya. Hingga DRIVEN BY ANIMALS menemukan nyawanya kembali di masa pandemi lalu
Awalnya Bhusdeq menulis banyak lagu-lagu dengan komposisi instrumental untuk proyek solonya. Beberapa lagu lebih cocok berlirik, dan jadilah materi untuk melanjutkan kembali DRIVEN BY ANIMALS. Disini Bhusdeq ingin mengeksplorasi kemampuan bermusiknya dengan lagu-lagu yang lebih progresif dibanding lagu-lagu yang dia buat bersama DRIVE.
Secara musik, DRIVEN BY ANIMALS sejatinya merupakan band Progessive-Rock dengan lirik bertema isu sosial dan politik, membeberkan fakta-fakta yang ada di masyarakat pada umumnya. DRIVEN BY ANIMALS merilis single pertama yang berjudul “Semua Boleh Jadi Presiden” di tahun 2021 lalu.
Berjalannya waktu, DRIVEN BY ANIMALS berubah dari sebuah project solo menjadi band seutuhnya. Kini di tahun 2025, mereka kembali hadir dengan formasi baru yaitu Ibnuthd (lead guitar), Febri (bass), Vely (drums), dan tentunya Bhusdeq (guitar, vocal).
Dari sekadar ruang eksplorasi, kini konsistensi mereka tetap sama berdiri tegak sebagai band Progressive-Rock dengan lirik sosial-politik membawa isu-isu gelap masyarakat ke dalam lirik yang blak-blakan. Bhusdeq menyebutnya rock mental.
“Gue memang membuat lagu-lagu DRIVEN BY ANIMALS bertema sosial politik sejak dari rilisan pertama di lagu ‘Semua Boleh Jadi Presiden’, jadi intinya lagu kita memang selalu membahas kehidupan sosial sehari-hari yang berhubungan dengan dunia politik negara kita”, ungkap Bhusdeq.









