Jakarta – Unit post-hardcore asal Karawang, People Sweet, menegaskan eksistensinya di 2026 dengan merilis single terbaru Final Destination. Uniknya, mereka memperkenalkan karya ini lewat gigs virtual di platform Roblox, sebuah langkah inovatif yang memperluas jangkauan audiens.
Tour hearing session mereka berlangsung di berbagai map komunitas musik digital, termasuk Synerblox dan Underground Hysteria v2. Respons penonton sangat positif, menunjukkan bahwa ruang virtual kini menjadi panggung alternatif yang sah bagi musisi independen.
Single Final Destination bukan sekadar lagu, melainkan refleksi spiritual tentang kematian, kebangkitan, dan pertanggungjawaban. Liriknya menggambarkan kegelisahan manusia yang sadar waktu terbatas.
“Padahal kita semua tahu akhirnya pasti ada. ‘Final Destination’ mengingatkan bahwa waktu kita terbatas, jadi pastikan kita benar-benar hidup,” ucap sang vokalis, Ekal.
Secara musikal, People Sweet menghadirkan komposisi matang dengan riff agresif dan aransemen khas post-hardcore. Produksi dilakukan di JFHPRODS, sementara visual artwork digarap oleh Anggar Menyan.
Perjalanan People Sweet dimulai pada 2015, dengan karya awal yang masih bernuansa pop punk. Titik balik datang lewat Trauma (2024) dan Parade Ego (2025) yang viral.
Kini, dengan formasi solid Ekal, Trisna, Almah, dan Doyok, mereka menghadirkan Final Destination sebagai simbol kedewasaan musikal sekaligus pengingat akan keterbatasan waktu.
Single ini sudah dapat dinikmati melalui Bandcamp dan YouTube, menjadi bukti bahwa People Sweet terus berkembang dan berani bereksperimen, baik di panggung nyata maupun dunia virtual. []









