Jakarta – Program musik independen Main-Main di Cipete kembali menjadi sorotan dengan edisi ke-42 yang digelar pada Senin malam, 9 Februari 2026, di Casatopia Cafe, Cipete, Jakarta Selatan. Acara ini dimulai pukul 7 malam dan dipandu oleh Eno Suratno Wongsodimedjo serta Qenny Alyanno, menghadirkan deretan musisi lintas genre yang tengah aktif di skena musik lokal.
Line-up penampil kali ini terdiri dari Letter El, Journey of Nara, The Sanubary, Nahla Band, dan Bleu Sunday. Kehadiran mereka menambah warna baru dalam rangkaian acara yang konsisten menghadirkan musik independen setiap pekan. Letter El tampil dengan karya yang berangkat dari keresahan pribadi dan isu sosial, salah satunya lewat lagu Boundaries yang sederhana namun penuh makna.
Journey of Nara, proyek solo rock alternatif asal Tangerang, membawa nuansa era 90-an melalui single When The Night yang sarat emosi dan nostalgia. Karya terbaru, Akhir Pertunjukan, semakin menegaskan identitas musikal yang kuat dan konsisten. Penampilan ini menjadi salah satu yang ditunggu karena energi khas yang dihadirkan di panggung.
The Sanubary, proyek pop-punk dari Afany Wardhana alias Dupex, turut meramaikan panggung dengan lagu motivasional seperti Lebih Banyak Berjuangnya Daripada Hasilnya. Lagu tersebut menjadi anthem bagi pendengar yang sedang berjuang, sekaligus memperlihatkan semangat khas pop-punk yang penuh energi.
Nahla Band, yang aktif merilis karya pop bertema percintaan, juga hadir dengan lagu-lagu populer mereka seperti Biar Aku Yang Mengalah dan Setengah Aku Dikamu. Kehadiran mereka di acara ini semakin memperkuat posisi band tersebut di ranah musik digital, di mana karya mereka mendapat sambutan positif dari pendengar.
Bleu Sunday, unit musik asal Jakarta, baru saja merilis single Someday, Someday pada 26 Januari 2026. Lagu ini menampilkan lirik reflektif dengan aransemen pop modern, menjadikan mereka salah satu penampil yang relevan dengan tren musik saat ini. Penampilan mereka di Casatopia Cafe menjadi momentum untuk memperkenalkan karya terbaru kepada publik.
Main-Main di Cipete telah dikenal sebagai ruang alternatif bagi musisi independen untuk menampilkan karya orisinal. Acara ini rutin digelar setiap Senin malam dan menjadi wadah pertemuan antara musisi dan penikmat musik lintas genre. Konsistensi penyelenggaraan acara ini menjadikannya salah satu barometer penting bagi perkembangan musik independen di Jakarta.
Dengan hadirnya edisi ke-42, Main-Main di Cipete diharapkan dapat terus memperkuat ekosistem musik independen di Jakarta. Kehadiran musisi dengan latar belakang berbeda memberikan kesempatan bagi penonton untuk menikmati ragam karya yang autentik. Acara ini sekaligus membuka ruang apresiasi lebih luas bagi karya-karya baru yang lahir dari semangat independen.
Edisi kali ini menegaskan bahwa musik independen memiliki tempat yang kuat di hati penikmat musik. Dengan dukungan komunitas dan konsistensi penyelenggara, Main-Main di Cipete terus menjadi panggung yang relevan bagi musisi muda maupun yang sudah berpengalaman. []









