Jakarta – Industri musik Indonesia kembali mencatat sejarah dengan lahirnya LUMINA, girl group I-Pop pertama hasil kolaborasi lintas budaya Indonesia–Korea di bawah naungan HOUSE ENM Korea Selatan. Kehadiran LUMINA menjadi bukti bahwa I-Pop mulai menapaki panggung global, menyusul fenomena internasional seperti No Na dari 88rising.
LUMINA terbentuk melalui proyek global K-Pop ON-I, sebuah program intensif empat minggu yang memberi pengalaman nyata proses debut ala K-Pop. Para member menjalani pelatihan vokal, dance, rekaman studio, hingga produksi video musik.
Nama LUMINA, gabungan dari “Luminous” dan “ina” yang melambangkan lima cahaya berbeda yang bersatu menciptakan satu langit gemilang. Fandom mereka resmi disebut Starlets.
Single debut 안녕. Bintang (Hello, Bintang) dirilis pada 10 Maret 2026 di berbagai platform musik global. Lagu ini menjadi simbol sapaan pertama LUMINA kepada dunia, sebuah anthem magis tentang keberanian menyapa mimpi. Video musiknya menampilkan koreografi enerjik dan visual penuh semangat remaja.
Kelima member berusia 10–15 tahun: Wila (main dancer, Bogor), Fara (lead vocal berhijab, Bekasi), Kiandra (main vocal, Jakarta), Isyana (lead vocal & dancer, Pontianak), dan Jennifer (lead dancer, Jakarta). Mereka membawa latar belakang beragam, merepresentasikan kekayaan budaya Indonesia.
Produser Young Boss menegaskan bahwa talenta muda berbakat harus dibina sejak dini dengan arahan yang tepat.
“LUMINA adalah bukti bahwa dengan pembinaan serius, mimpi anak-anak muda bisa tumbuh menjadi cahaya yang bersinar di panggung global,” tutur Young Boss.
Dengan nuansa Magical High-teen dan lirik multibahasa, LUMINA siap menjadi wajah baru I-Pop yang menjembatani budaya Indonesia dan Korea. []









