Mautau.id – Dinda Ghania atau disapa Dinda adalah seorang singer-songwriter Indonesia yang mempunyai banyak karya. Meskipun masih berusia 15 Tahun pada 2025 ini, Dinda sudah merilis karya setidaknya 10 lagu. Musisi-musisi seperti Melly Goeslaw, Andra Ramadhan hingga Andmesh Kamaleng sudah menjadi partner Dinda dalam merilis lagu-lagu yang dapat dinikmati di semua platform musik.
Single ke 9-nya yang berjudul “Unfinished” adalah titik balik Dinda memberanikan diri berkarya dari lagu yang ia ciptakan sendiri. Selain itu “Unfinished” juga yang memberi nuansa baru Dinda Ghania. Sebagai pencipta lagu yang terus mengeluarkan karya dari tangannya sendiri, ia dibantu oleh Fitri XNV dan Haris Pranowo sebagai partnernya merefleksikan apa yang ingin ia sampaikan dalam bentuk balutan musik.
Dengan isi lagu berdasarkan experience dari dirinya sendiri, maka mengawali tahun 2025 ini, Dinda Ghania kembali merilis lagu ke-10 yang berjudul “Backseat Memories”.
Sebuah karya yang menggali perasaan nostalgia, menyelami kenangan dan emosi yang tersisa setelah berakhirnya suatu hubungan.
Lirik berbahasa inggris ini menyentuh hati dan melodi yang mengalun lembut, Dinda membawa pendengarnya menyelami perasaan kehilangan, kerinduan, dan keinginan untuk mengulang waktu, sambil mengenang setiap momen yang pernah ada, seolah-olah ada bagian dari diri yang tetap hidup di masa lalu tersebut.
Lagu “Backseat Memories” adalah sebuah lagu ciptaan kedua Dinda yang sepenuhnya menggunakan lirik berbahasa Inggris. Lirik yang unik membuat Dinda terlihat sangat terampil dalam mengolah diksi yang terdengar sederhana tapi tetap menyentuh hati. Dinda Ghania cukup piawai untuk meramu nada dan lirik hingga terasa bahwa musik adalah ruang bermain yang eksploratif bagi Dinda. Lagu “Backseat Memories”, Dinda Ghania juga terlibat sebagai produser sedari awal proses workshop lagu, serta turun tangan dalam pembuatan aransemen musik. Bahkan, saat proses pembuatan music video pun, Dinda memberikan banyak ide-ide untuk konsep kreatifnya.
Dalam proses pengerjaan musik dan aransemen lagu “Backseat Memories”, Haris Pranowo adalah seorang keyboardist dan sekaligus arranger yang sudah besar namanya di industri musik Indonesia juga berkontribusi dalam aransemen lagu tersebut. Haris pun masih aktif berkarya bersama Raisa, Yovie Widianto, Afgan, dan masih banyak musisi lainnya. Dalam lagu “Backseat Memories”, Haris Pranowo memberikan sentuhan musik minimalis dengan piano dan instrumen pemanis lainnya berpadu secara harmonis mengiringi suara Dinda Ghania yang dibantu oleh Fitri XNV sebagai vocal director. Hal ini semakin menambah kuat isi lirik dan cerita di dalam lagu “Backseat Memories.
Pada lagu ini, Dinda menceritakan tentang kenangan-kenangan yang terjadi pada sebuah kursi belakang sebuah mobil yang dapat diibaratkan banyak cerita tentang masa lalu dan kenangan-kenangan. Dinda mengajak kita untuk merasakan cerita baik manis maupun pahit, terutama yang pernah ada dalam hubungan yang sudah berlalu. Keunikan Dinda dalam memilih tema lagu ini dapat terasa ketika ia mengambil secuil ide tentang kursi belakang sebuah mobil yang dari situ banyak sekali hal yang dapat terjadi di setiap hubungan bersama orang-orang tersayang maupun persahabatan. Suara lembut dan Deep soul, Dinda membawa pendengar masuk ke dalam kisah tentang perasaan rindu yang dalam, sebuah cerita tentang seseorang yang pernah singgah, dan bagaimana kenangan itu terus menghantui meskipun waktu terus berjalan.
“now i’m in the backseat all alone in this empty space, where you belong”
Begitulah lirik ini menggambarkan perasaan seseorang yang merasa terjebak dalam kenangan, seolah duduk di kursi belakang mobil, mengenang setiap detik yang pernah dilalui bersama seseorang yang kini hanya ada dalam ingatan. Setiap perjalanan dan setiap jarak terasa membawa kembali kenangan tersebut, meskipun semuanya sudah berubah. Dinda memadukan emosi yang kompleks dalam lagu ini, di mana kebahagiaan dan ketakutan menjadi satu dan harapan untuk kembali bersama terasa begitu nyata dan dekat.
“The seat’s still warm, I keep it still, the ghost of us never fade,”
adalah suatu metafora yang kuat, dengan gambaran kenangan yang dibagikan dengan seseorang, bahkan ketika orang itu sudah tidak ada. Dinda dengan suaranya yang lembut dan penuh perasaan mengajak kita untuk meresapi setiap lapisan perasaan, kerinduan, ketakutan, dan harapan yang terus hadir meski waktu telah berlalu. Sehingga, Backseat memories bukan hanya lagu, tetapi juga tentang bagaimana kita hidup dengan masa lalu, selamanya.
Video klip lagu “Backseat Memories” juga diproduseri langsung oleh Dinda Ghania dari awal hingga akhir proses. Behind the story Music video ini berceritakan tentang awal cerita yang bahagia bersama pasangan dan cerita serunya persahabatan. Namun pada akhir cerita menyisakan kesendirian dan kenangan yang tertinggal di “backseat” sebuah mobil tua. Scene dan cerita yang berganti pada music video ini diakhiri scene Dinda duduk sendiri di kursi belakang mobil itu menggambarkan kesepian dan kesendirian yang dalam.
Dinda juga terlibat sejak proses konsep kreatif hingga proses shooting serta editing.
Video klip “Backseat Memories” sudah bisa disaksikan di Youtube Channel Dinda Ghania pada tanggal 9 Februari 2025.
SONG CREDITS
Executive Produser : Dinda Ghania
Producer : Dinda Ghania
Song Lyric & Composed : Dinda Ghania
Music Producer : Haris Pranowo
Music Arrangement : Haris Pranowo
Recording Musician : Haris Pranowo & Devinza Kendranata
Vocal Director : Fitri XNV
Mixing & Master Engineer : Hery Alesis
Studio Recording : ArtSound Studio
Label Music : DGA Music
Publishing : Mahar Pustaka
Video Producer : Aan Story
Head Production : Khairul Amri
Director : Alitt Susanto
Video Editor : Olik
Camera : Olik
DOP : Olik & Davin Adinata
BTS : Davin Adinata & Afid
Stylist : Wanda Haraa
Wardobe : Wanda Haraa
Makeup : Makeup by Alland
Hairdo : Makeup by AllandSupporting Talent : Radha & Vita









